Ngumpul Bareng SITALASMA 234

Hai! Salam rimba!

Wah lama juga ya nggak nulis di blog ini. Jadi begini, kami mau ada acara kemping-kempingan buat menyambut ulang tahun Sitalasma 234 gitu. Detil acaranya seperti gambar di bawah ini:

IMG_20151015_212749

Jangan lupa ikutan ya? 🙂

Rusaking Donya

Saiki jamane jaman edan

Wong urip padha dhagelan

Apa-apa didol dadekke dhuwit

Sifate padha nyenyengit

Bumi sang saya tuwa sang saya rusak

Kali diregeti pindha tong sampah

Alas dirusaki dadekke perumahan

Lemah disampahi saya suwe dadi wadhah limbah

Oksigen dadi karbondioksida

Kabeh-kabeh sampah, kabeh-kabeh sampah

Alam nangis alam berontak

Banjir longsor pratandha murkane alam

Alam bosen ndelokke polah manungsa

Eyalah…

Arep dadi apa donya iki?

Kumpul-kumpul ala SITALASMA 234

Kumpul-kumpul ini pas buka bersama Ramadhan kemarin (lupa tanggal berapa)

Foto oleh: @arnoviputty dan @firtadesi

Sebuah Cita-cita

Berjalan menyusuri belantara Indonesia. Anak muda itu bersenyum dan bahagia, mendapati tempat baru yang indah. Terus berjalan dan berjalan. Hingga ia terhenti karena hari sudah sore. Mencari tempat untuk menghentikan langkahnya. Anak muda itu melihat tanah yang datar dipinggiran sungai, sekitar 50meter dari pinggir jalan di tengah hutan. Ia pasang tenda, mengeluarkan alat – alat masaknya, mengambil air jernih disungai itu. Memulai menanak nasi, disambung memasak sayur mayur yang ia dapatkan dari menukar hasil buah – buahan dari hutan di pasar tadi pagi. Ia santap masakkannya dengan lahap. Setelah selesai makan, ia bereskan semua peralatan dan menikmati rokok cengkeh dengan segelas kopi hangat.

Malam telah tiba, hening malam mengambil alih. Satu, dua dan tiga kendaraan melintasi jalan itu. Dengan sangat kencang, entah karena takut atau terburu – buru. Anak muda itu tidak menghiraukannya, ia mencari kayu untuk dijadikan api unggun. Sampai pada akhirnya api unggun menghangatkan malam itu. Terlintas patroli malam pak polisi, melihat api unggun dipinggir jalan pak polisi penasaran. Siapa gerangan yang sedang bermalam disini? Dengan hati – hati pak polisi menuruni jalan menuju tempat bapak itu bermalam. Dengan senter yang redup, sampailah ia di tempat itu. Terjadilah percakapan yang hangat.

Pak Polisi,“Permisi, ada orang disini?”

Anak muda,“Ya, ada yang bisa saya bantu, pak?”

Pak Polisi,“Apa yang Anda lakukan di tempat seperti ini, anak muda?”

Anak muda,“Oh, saya hanya sedang beristirahat dan bermalam disini, pak”

Pak Polisi,“Kamu sedang dalam perjalanan? Bisa lihat tanda pengenal Anda?”

Anak muda,“Sebentar pak, saya ambilkan dulu” *mengambil tanda pengenal di dalam tasnya* “Ini pak, silahkan”

Pak Polisi,“Masih muda kamu, jauh – jauh sampai ditempat ini”

Anak muda,“Iya pak, saya sedang melakukan perjalanan. Sudah 4 bulan hingga sampai ditempat ini”*tersenyum*

Pak Polisi,“Bagaimana dengan keluarga dan juga teman – temanmu? Apa kamu tidak tahu bahwa resikonya tinggi?”

Anak muda,“Maaf pak, memotong pembicaraan. Silahkan duduk pak, mau kopi?”

Pak Polisi,“Terima kasih”

Anak muda,“Ini pak kopinya 🙂 jadi begini pak, saya jelaskan yang apa yang saya lakukan. Saya sedang melakukan perjalanan, karena cita – cita saya ingin menyusuri belantara, tempat baru, alam yang indah di Bumi Nusantara Indonesia, pak. Itupun saya sudah mendapatkan izin dari keluarga dan teman – teman saya. Oh iya, saya juga meminta izin di instansi pemerintah setempat” *mengambil secarik kertas, kemudian menyodorkannya*

Pak Polisi,“Kamu tidak bekerja? Terus bagaimana dengan biaya yang kamu keluarkan untuk bisa sampai disini?”

Anak muda,“Sudah saya jalani, beberapa pekerjaan yang menghasilkan uang. Tapi, hanya membosankan. Untuk biaya, saya belum mengeluarkan uang sepeserpun dan saya tidak membawa uang sepeserpun. Hanya berbekal malu bertanya, sesat di jalan”

Pak Polisi,“Bagaimana bisa? Trus darimana kamu dapatkan beras dan sayur – sayuran ini?”

Anak muda,“Saya sudah 3 hari di hutan ini, pak. Saya sudah berputar – putar dengan bekal yang tersisa, untuk mencari hasil alam yang bisa saya ambil. Saya menemukan pohon pisang yang tumbuh liar, pohon pepaya yang tumbuh liar dan tak disangka saya menemukan nanas juga pak 😀 saya bawa hasil bumi itu ke pasar penduduk setempat, saya tukarkan dengan sayuran. Mereka menyukainya :)”

Pak Polisi,“Ya sudah kalau begitu, terima kasih. Saya cuman bertanya – tanya karena penasaran. Semoga beruntung, selamat dan Tuhan selalu ada disampingmu.”

Anak muda,“Terima kasih juga pak, sudah menemani berbincang dan menikmati hangatnya kopi malam ini :)”

Pak polisi meninggalkan anak muda itu. Kisah anak muda itu berlanjut, seiring kesunyian malam yang masih terus melekat di malam itu.

#Hanya cerita fiksi. Hidup sesungguhnya tidak seperti ini. Cerita atau bukan, bila Anda berkenan membacanya semoga menjadi pengisi waktu luang Anda.

SALAM RIMBA!

 SITALASMA! 

Selamatkan HIU! #savesharks

Dalam rangka ikut kampanye penyelamatan hiu berikut ini saya rangkumkan tweet dari @divemag_indo:













Oh iya, jangan lupa tanda tangani petisi untuk penyelamatan hiu di http://www.change.org/id/petisi/hentikan-penjualan-bayi-hiu-di-supermarket-dan-restoran-savesharks
Selamatkan HIU! Save sharks!

Quote tweet: Belajar kepada gunung

Quote tweet: Sungai