Cerita: @go2n dan air

Tulisan kali ini merupakan cerita singkat dari mas @go2n (via twitter) waktu blusukan di pulau Nusakambangan bersama temen-temen Sitalasma angkatan tahun 2001 pada bulan September tahun 2005:

Temen-temen Sitalasma 234 yang berangkat blusukan ada 6 orang yang terbagi dalam dua tim. Tim Sitalasma #1: mas @bayektabung, mas Kenthos @bonsuwung, mas Eko Budi S. Sedangkan tim Sitalasma #2: mas @go2n, mas @martrazta dan mas Firmanda R. Laksmana.

Glossary (*agak bingung juga nerjemahin kosakatanya mas go2n :D ):

  • blusukan, yang dimaksud mungkin keluar-masuk hutan
  • ngubengin, yang dimaksud muterin atau mengelilingi
  • lempe-lempe, mungkin lelah sekali *ada yang tau*?
  • mengidul, yang dimaksud sama mas go2n agak ke selatan
  • alas, hutan
  • mancal, mancal yang dimaksud berangkat
  • kambil, kelapa
  • ngelak, haus
  • turah, sisa

LAHAN itu untuk RUMAH

Entah kenapa hari ini saya menjadi sentimental dan sok menjadi politisi. Sekarang ini saya hendak “mengomyang” tentang peralihan fungsi lahan pertanian.

Rumah saya di daerah Cebongan (masih termasuk desa) dan saya bekerja di sebuah agen pariwisata yang berada di Jalan Prawirotaman. Jadi bisa dibayangkan bahwa saya hampir setiap hari harus menyeberangi kota Jogja. Dan karena saya tidak begitu tertarik dengan suasana perkotaan dan jalanannya yang ramai, saya lebih memilih melewati jalanan pinggir kota.

Dari rumah, saya melewati Selokan Mataram, Ringroad barat, Jalan Wates, Bugisan, Suryodiningratan, Tirtodipuran dan kemudian Prawirotaman. Memang tidak terlihat jauh ketika saya tulis, tapi percayalah, saya harus menghabisakan 30 sampai dengan 45 menit untuk sampai ke tempat kerja.

Tadi (1 Februari) dengan diantar adik saya menggunakan motor, saya berangkat ke tempat saya bekerja. Seketika mulut saya yang terbiasa gatal untuk selalu berkomentar mulai mengeluarkan jurus ocehannya.

“Tempat itu memang tidak seharusnya digunakan untuk tempat tinggal.. Yah, tunggu saja, bukan berdoa sih, tapi nanti kayaknya kejadiannya sama deh dengan rumah-rumah yang menjadi korban banjir lahar dingin Gunung Merapi. Secara pribadi, saya kasihan dan berduka sekali, tapi di sisi lain, itu merupakan pelajaran bagi mereka untuk selalu mendengarkan orang tua jaman dulu dan belajar dari sejarah. Serta tidak semena-mena menggunakan lahan.”

Sekarang ini, saya selalu prihatin melihat lingkungan sekitar yang saya lewati. Sepertinya mendadak saja sawah-sawah itu menghilang digantikan rumah, toko, ataupun gudang. Setiap hari, saya harus melewati dareah persawahan yang semakin hari semakin tergusur, semakin hari tumpukan tanah urugnya semakin tinggi, dan kemudian menjadi tumpukan batu bata, pasir dan semen. Ada pula sungai yang semakin lama semakin sempit.

Adakah sempat terpikir kelak anak cucu kita tidak mengetahui dari mana asalnya nasi yang mereka makan? Masihkah kita dapat makan nasi? Ataukah kita harus makan batu?

Beberapa waktu yang lalu saya hampir menitikkan air mata membaca tulisan “KAWASAN KHUSUS PERSAWAHAN, dilarang mendirikan bangunan di wilayah ini”. Apakah itu berhasil? Tidak juga.

Secara logika, memang harga tanah semakin tinggi. Memang tidak adil untuk para petani ketika mereka tidak boleh menjual tanah yang mereka miliki untuk mendapatkan uang dengan cara yang instant. Tidak adil juga ketika para petani yang sudah bersusah payah mempertahankan tanahnya dan memberi kita nasi harus bekerja keras dengan hasil yang sedikit.

Pernahkan terpikir untuk membebaskan lahan pertanian dari pajak?

Pernahkah kalian memikirkan bahwa kelak, persawahan akan habis dikarenakan rajinnya kita “berkembang biak”? Maaf saya menjadi emosi.

Tadi siang saya menonton, eh sebenarnya cuman mendengar dari berita di TV, bahwasanya petani dari sebuah daerah di Indonesia berdemonstrasi menentang peralihan fungsi hutan menjadi persawahan dan permukiman penduduk. Selamat berjuang Bapak-Ibu Petani, saya berdoa dari Jogja.

Kawan-kawan, saya sangat bersedih dengan rakusnya kita membangun rumah yang megah di tengah persawahan. Memang, siapa sih yang tidak mau tinggal di tengah sawah dengan hamparan padi yang indah? Dengan angin sepoi-sepoi?

Sebenarnya, tulisan ini untuk pemerintah yang terhormat, yang memberikan kita kebijakan yang mensejahterakan warga negara Indonesia.
Bapak Bupati, Gubernur, tolong bebaskan pajak untuk lahan pertanian.
Tolong batasi ijin medirikan bangunan, jangan karena mereka orang kaya yang dapat membayar lebih, jadi diijinkan.
Saya mengerti, investasi untuk daerah ini sangat penting. Tapi, saya yakin, pasti ada jalan keluar untuk ini. Tanpa harus mengorbankan lahan pertanian.
Bisakah kita berbincang?

@arnoviputty_uut, pencinta sawah.

Tulisan ini dikirim oleh Arnovi Putty Febriani

=-=-=-=-=
Powered by Blogilo

Buang sampah langsung ke sungai biar bersih?

Gara-gara postingan foto mbak @arnoviputty_uut di facebook, tentang “Buang sampah langsung ke sungai biar bersih” jadi ngerasa gregeten sama orang yang nulis kayak gitu. Gimana nggak gregeten coba? Lha masa iya biar keliatan bersih kok buang sampahnya di sungai? Ngawur banget kan? Heran deh sama orang itu. Ndak mikir apa jadinya nanti? Kalau kata mas @starfish860 di twitter, “itu namanya menanam bom waktu“. Ya! Memang bener bangat twit-nya mas @starfish860. Gara-gara foto itu pula aku, @sitalasma dan mas @starfish860 jadi ngoceh di twitterland :D

  • @sitalasma: What do you think after looking this picture? goo.gl/ST0jV
  • @sitalasma: Membuang sampah di sungai biar langsung bersih? apa-apan itu?
  • @starfish860: itu namanya menanam bom waktu “@sitalasma: Membuang sampah di sungai biar langsung bersih? apa-apan itu?”
  • @sitalasma: @starfish860 yep! setuju! tidak kah yang menulis itu berpikir tentang masa yang akan datang? dimana “bom” itu akan meledak?
  • @starfish860: @sitalasma kalau masalah ini “bom” akan meledak kemungkinan di sepanjang aliran sungai kawan,dan semua akan menjadi korban.
  • @sitalasma: @starfish860 Yes! Tindakan membuang sampah langsung ke sungai biar bersih adalah tindakan yang sangat bodoh
  • @starfish860: mengatsi mslh dan bikin mslh baru”@sitalasma Yes! Tindakan membuang sampah langsung ke sungai biar bersih adalah tindakan yang sangat bodoh”
  • @sitalasma: @starfish860 sebenarnya itu bukan mengatasi masalah, tetapi membuat masalah di kemudian hari
  • @starfish860: @sitalasma itulah yg kusebut “BOM waktu”
  • @sitalasma: Agree! :-) RT @starfish860: @sitalasma itulah yg kusebut “BOM waktu”
  • @go2n: @sitalasma @starfish860 suwe-suwe ya ambjar djaja kalau gituan terus =))
  • @starfish860: @go2n @sitalasma 1.pendangkalan sungai, 2. ekosistem rusak 3.air tercemar
  • @go2n: @sitalasma @starfish860 karang ya orang tersebut ndak bisa mikir sampai ke arah sana. ndak isa mikir tentang masa depan :|
  • @starfish860: @go2n @sitalasma apa jadinya bila ga’ ada sungai (lagi)
  • @sitalasma: there is no water sources, then there is no life RT @starfish860: @go2n @sitalasma apa jadinya bila ga’ ada sungai (lagi)
  • @go2n: @sitalasma @starfish860 perlu dengar lagunya Lamb of God yang judulnya Reclamation, disitu ada lirik yang menjadi peringatan buat kita
  • @go2n: @sitalasma @starfish860 peringatan itu, “Only after the last tree’s cut. And the last river poisoned. Only after the last fish is caught”
  • @go2n: @sitalasma @starfish860 .. Will you find that money cannot be eaten!

Foto ini nih yang bikin aku jadi gregeten

ditulis oleh @go2n

=-=-=-=-=
Powered by Blogilo

Hutan Kami Hidup Kita: Sebuah Cerita dari Muara Tae (Video)

Saya mendapatkan link video ini dari tweetnya @telapak. Judul aslinya dalam bahasa Inggris Our Forest, Our Lives: A Story from Muara Tae. Video ini menceritakan perjuangan masyarakat Muara Tae dalam mempertahankan hutan mereka yang masih tersisa. Hutan yang sebagian telah dirampok oleh perusahaan-perusahaan tambang dan perkebunan. Dalam video ini digambarkan pula dampak pembukaan hutan untuk tambang bagi masyarakat Muara Tae, salah satunya adalah kekurangan air bersih. Berikut adalah videonya:

Ditulis oleh @go2n

=-=-=-=-=
Powered by Blogilo

Sebuah cerita dari Kalimantan

Oleh: Arnovi Febriani (@arnoviputty_uut)

Hai kawan.

Ada beberapa hal yang mau aku bagi nih. Ini cuman pengalamanku traveling dan bersentuhan langsung dengan alam.

Well, tulisan aku bukan tulisan yang ilmiah. Jadi tidak masalah seandainya tulisan ini tidak dimasukkan ke dalam blog Sitalasma (tetap akan aku paksa Gogon untuk memasukkannya, atau kalau kepepet, saya publish di blog saya sendirisaja..).

Jadi, cerita ini cerita pengalamanku untuk berkeliling Indonesia.

Di tahun 2008, aku mendapat kesempatan untuk bekerja selama satu tahun di Balikpapan, Kalimantan Timur. In short, aku mengajar Bahasa Inggris di sebuah lembaga bahasa. Namun, bukan perkejaan ini yang akan aku bagi, namun cerita tentang sebuah kota bernama Balikpapan dan kehidupan beberapa orang di sana.

Kalau kalian belum tahu, Balikpapan adalah kota minyak. Jadi, kalau kalian ke sana, banyak bule yang kalian temui, serasa di Borobudur. Ini dikarenakan banyaknya perusahaan tambang yang ada di sana, juga perusahaan alat berat (untuk kepentingan pertambangan juga). Untuk explorasi tamban g,selain Pertamina, ada Shell (Belanda), Total (Perancis), dan Chevron (Amerika).

Dikarenakan “majikan”aku bekerja di Total, jadi aku tahu sedikit tentang minyak dan gas bumi.

Untuk prosedur pembukaan sumur minyak, aku kurang begitu tahu. Yang aku tahu adalah, ketika minyak itu habis, biasanya akan muncul gas. Mungkin tekanan gas itu keluar dikarenakan adanya ruang kosong bekas minyak. Jadi, gas itu muncul sesudah minyak di sumur tambang habis, gitu. Setahuku.

Yang aku dengar dari beliau, bahwa persediaan minyak akan habis di 20 tahun yang akan datang. Jadi, sesudah itu, 20 tahun ke depan kita pake gas bumi,selama 20 tahun ke depannya. Ironis ya.

Oh ya, aku ada cerita yang absurd sekali. Jadi, ada satu kolegaku yang bekerja di tempat yang sama denganku, panggil saja dia Sri. Dia berdarah Jawa, akan tetapi, lahir dan besar di Balikpapan. Oke, aku mulai cerita percakapanku dengannya ya..

Entah kami memulai percakapan seperti apa, tiba-tiba saya berkata:

Uuth: “Gimana ya kalo Balikpapan kehabisan minyak. Kota ini pasti jadi kayak kota mati deh.. Orang-orang udah gak tinggal di sini lagi. Semuanya pergi..Paling pengusaha kayu bertahan, sampai kayunya abis juga ya… Hehe..Kalo ga, pasti cuman kelapa sawit ya…“ (seperti bicara ke diriku sendiri sebenarnya).

Sri: “Gak mungkin abis tu minyaknya Miss.”

Uuth: “Kok bisa?”

Sri: “Iya, kan Total (perusahaan minyak Perancis) baru buka sumur di Sangatta, diblablabla, di blablabla.. Belum lagi Pertamina..“

Uuth: “Bukan itu maksudku…Minyak kan diproduksi selama jutaan tahun dengan jasad renik dan fosil dan entahlah pokoknya sejarahnya luamaaa buangetttt.”

Sri: “Gak mungkin gitu miss.. Soalnya minyak tu banyak buanget, jadi gak mungkin abis..”

Uuth: “Lah, bukan kita belajar ini di SD ya.. Itu tu dulu pas kita SD. Di pelajaran IPA..”

Sri : ”Gak ah, miss nakut-nakutin nih..”

Uuth: “Beneran kali miss..Coba deh liat di google.”

Sri : ”Gak ah, miss sukanya gitu.. Gak mungkin. Titik.”

Uuth: “Lho..”

Percakapan itu benar-benar membuatku selalu berpikir. Orang-orang mengerti nggak sih kalau minyak, gas alam dan sumber daya alam lainnya suatu saat bakal habis? Dan, untuk tambahan saja, Sri itu lulusan sebuah universitas negeri di kota Samarinda.

Salam Rimba,

=-=-=-=-=
Powered by Blogilo

Naik Gunung itu…

Opinitweet (Tweet opini) seorang SITALASMA 234 tentang naik gunung:

  1. kata seorang kawan mendaki gunung itu menyiksa diri. ada benarnya sih, tapi tetep aja aku suka
  2. naik gunung itu asyik, seasyik manjat gunung :-P
  3. naik gunung itu menaiki sesuatu yang indah
  4. saat berada dipuncak gunung pasti akan merasakan sensasi yang luar biasa. rasa yang bergairah, kegembiraan yang luar biasa
  5. saat ada disana pasti akan menyebut nama-Nya yang maha suci. melihat keindahan yang membuat takjub
  6. saat berada dipuncak gunung kita akan merasakan betapa kecilnya kita ini jika dibandingkan dengan alam apalagi sang Pencipta yang maha besar
  7. RT @arnoviputty_uut: naik gunung itu bukan melulu sampai puncak, tapi keindahan yang kita dapatkan sepanjang jalan menuju puncak. @go2n

=-=-=-=-=
Powered by Blogilo

Save our rain forest, save our beloved Indonesia!

berawal tweet dari @GPINDO yang di-retweet oleh @sitalasma (jadi ikutan retweet :D ) saya jadi nge-tweet tentang hutan rimba dan hutan tanaman industri (HTI)

  1. RT @GPINDO: Agar Inyiak (Harimau) tetap punya rumah http://t.co/u3IyLEb8
  2. kalau dipikir-pikir pemerintah itu tidak pro rakyat/adat
  3. sudah tau kalau ada hukum adat tidak menebang pohon di hutan, masih saja kasih ijin ke perusahaan buat ganti jadi hutan industri
  4. yang diuntungkan dari HTI itu siapa? pasti bos-bos perusahaan, bukannya rakyat alias wong cilik
  5. sekarang kita bikin pengandaian saja, andai HTI sudah tidak produktif lagi, trus apakah HTI bisa dikonversi lagi ke hutan rimba?
  6. konversi hutan rimba (heterogen) menjadi HTI (homogen) mudah dilakukan tapi untuk sebaliknya? saya jamin itu sangat susah
  7. keuntungan yang didapat dari konversi hutan rimba menjadi HTI itu seberapa besar sih?
  8. kalau saya bilang keuntungan konversi hutan rimba menjadi HTI itu ndak ada seujung kuku dibanding kerugiannya
  9. mari kita pikirkan berapa banyak kerugian dari konversi hutan rimba ke HTI?
  10. dalam skala lokal saja bisa kita lihat orang-orang rimba/orang adat di hutan rimba pasti kehilangan identitasnya sebagai orang adat
  11. belum lagi keanekaragaman hayati di hutan rimba yang menjadi tidak beraneka karena konversi menjadi HTI yang notabene tanamannya seragam
  12. lalu masalah konflik binatang dengan manusia karena hutan rimba yang menjadi rumah bintang itu telah berubah menjadi HTI
  13. dalam skala global bisa kita rasakan sekarang ini. bagaimana efek perubahan iklim, seperti kemarau yang berkepanjangan, krisis air
  14. sudah tau keadaan seperti ini, kok ya masih “ndendeng” ngasih izin pembukaan hutan rimba untuk hutan industri
  15. kok ya ndak mikir apa yang akan disisakan buat anak cucu di masa yang akan datang?
  16. mbok ya yang berkuasa disana itu belajar kearifan lokal pada orang rimba/orang adat di pedalaman
  17. bagaimana mengelola hutan rimba menjadi bermafaat untuk kepentingan bersama baik itu dalam skala lokal maupun global
  18. saya cuman berharap, mbok iya o mulai sekarang bertindak untuk penyelamatan hutan rimba yang artinya penyelamatan Indonesia
  19. keep cool our earth – demi bumi seisinya, save our rain forest, save our belove Indonesia!

=-=-=-=-=
Powered by Blogilo

Pemanasan Global

Tweets dari timeline @telapak

  • Realitas: 17ribu rumah terendam, 56 orang tewas saat banjir di Jakarta. #reality #atamerica
  • Realitas: Di berbagai belahan dunia, banjir besar melanda. Badai semakin ganas #reality #atamerica
  • Pertanyaannya: Mengapa banyak terjadi hujan lebat dan banjir besar di berbagai belahan dunia? Jawabannya: Perubahan Iklim #reality
  • Ratusan juta orang di seluruh dunia terancam. Kita tidak bisa lagi berpura-pura karena itu adalah REALITAS. #reality #atamerica
  • Beberapa kalangan masih “denial” dengan REALITAS bahwa kita sedang mengalami perubahan iklim. #reality
  • Mereka mengatakan peningkatan karbondioksida di bumi karena erupsi gunung berapi dan bintik matahari. #reality
  • REALITAS: Manusia memancarkan karbondioksida 35 kali lebih besar dibandingkan erupsi gunung berapi. #reality
  • Tapi kita bisa melakukan PERUBAHAN! Apa yg bisa ANDA dan KITA lakukan? 1. BICARALAH #reality
  • 2. PERDALAM KOMITMEN ANDA 3. PANTANG MENYERAH dan 4. BERAKSILAH SEKARANG! #reality #atamerica

=-=-=-=-=
Powered by Blogilo

Video Pembelajaran dari Jambi: Masyarakat, Hutan dan Pengakuan

Di Jambi, suku Bathin IX dan Orang Rimba mengalami tekanan yang luar biasa akibat hilangnya kawasan hutan dan tanah tempat hidup mereka. Perluasan perkebunan kelapa sawit dan HTI mengancam eksistensi 2 suku yang sudah ribuan tahun hidup di hutan Jambi.

Sumber: Telapak

=-=-=-=-=
Powered by Blogilo

Soe Hok Gie

Sebuah cerita tentang Soe Hok Gie dari @SejarahRI di twitterland:

  1. John Maxwell pernah bekomentar mengenai #SoeHokGie … berikut kutipan komentarnya….
  2. John Maxwell: “Gie hanya seorang mahasiswa dengan latar belakang yang tidak terlalu hebat…..”
  3. John Maxwell : “…Tapi dia punya kemauan melibatkan diri dalam pergerakan. Dia selalu ingin tahu apa yang terjadi dengan bangsanya.”
  4. John Maxwell: “Walaupun meninggal dalam usia muda, dia meninggalkan banyak tulisan.”
  5. John Maxwell: “….Di antaranya berupa catatan harian dan artikel yang dipublikasikan di koran-koran nasional.”
  6. John Maxwell: “Saya diwawancarai Mira Lesmana (produser Gie) dan Riri Reza (sutradara). Dia datang setelah membaca buku saya.”
  7. John Maxwell: “Saya berharap film itu akan sukses. Sebab, jika itu terjadi, orang akan lebih mengenal Soe Hok Gie”
  8. Buku riset ilmiah DR. John Maxwell adl Soe Hok Gie: Pergulatan Intelektual Muda Melawan Tirani.
  9. Berikut gambaran detik-detik terakhir menjelang kematian #SoeHokGie dari buku “Catatan Seorang Demonstran”, 1983, yg diceritakan o/ kawannya
  10. “Sore hari bergerimis hujan dan kabut tebal, tanggal 16 Desember 1969 di Gunung Semeru.” #SoeHokGie
  11. Seusai berdoa dan menyaksikan letupan Kawah Jonggringseloko di Puncak Mahameru (puncaknya G. Semeru), ……. #SoeHokGie
  12. …… , serta semburan uap hitam yang mengembus membentuk tiang awan, …. #SoeHokGie
  13. …, bersama Maman saya terseok-seok gontai menuruni dataran terbuka penuh pasir bebatuan. #SoeHokGie
  14. Kami menutup hidung, mencegah bau belerang yang makin menusuk hidung dan paru-paru. #SoeHokGie
  15. Di depan kami kelihatan Soe sedang termenung dengan gaya khasnya, …. #SoeHokGie
  16. … Soe duduk dengan lutut kaki terlipat ke dada dan tangan menopang dagu, di tubir kecil sungai kering. #SoeHokGie
  17. Tides dan Wiwiek turun duluan. Sempat pula kami berpapasan dengan Herman dan Idhan. #SoeHokGie
  18. Kelihatannya kedua teman itu akan menjadi yang paling akhir mendaki ke Mahameru. #SoeHokGie
  19. Dengan tertawa kecil, Soe menitipkan batu dan daun cemara. #SoeHokGie
  20. Soe berkata: “Simpan dan berikan kepada kepada “kawan-kawan” batu berasal dari tanah tertinggi di Jawa.” #SoeHokGie
  21. Lanjut Soe: “Juga hadiahkan daun cemara dari puncak gunung tertinggi di Jawa ini pada cewek-cewek FSUI.” #SoeHokGie
  22. Begitu kira-kira kata-kata terakhirnya Soe, sebelum bersama Maman saya turun ke perkemahan Darurat. #SoeHokGie
  23. Perkemahan darurat itu dekat batas hutan pinus/situs recopodo (arca purbakala kecil sekitar 400 M di bawah Puncak Mahameru). #SoeHokGie
  24. Di perkemahan Darurat yang cuma beratapkan dua lembar ponco (jas hujan tentara), bersama Tides, Wiwiek dan Maman, …. #SoeHokGie
  25. …… kami menunggu datangnya Herman, Freddy, Soe, dan Idhan. #SoeHokGie
  26. Hari makin sore, hujan mulai tipis dan lamat-lamat kelihatan beberapa puncak gunung lainnya. #SoeHokGie
  27. Namun secara berkala, letupan di Jonggringseloko tetap terdengar jelas. #SoeHokGie
  28. Menjelang senja, tiba-tiba batu kecil berguguran. Freddy muncul sambil memerosotkan tubuhnya yang jangkung. #SoeHokGie
  29. “Soe dan Idhan kecelakaan!” katanya. Tak jelas apakah waktu itu Freddy bilang soal terkena uap racun, atau patah tulang. #SoeHokGie
  30. Mulai panik, kami berjalan tertatih-tatih ke arah puncak sambil meneriakkan nama Herman, Soe, dan Idhan berkali-kali. #SoeHokGie
  31. Beberapa saat kemudian, Herman datang sambil mengempaskan diri ke tenda darurat. #SoeHokGie
  32. Dia melapor kepada Tides, kalau Soe dan Idhan sudah meninggal! #SoeHokGie
  33. Kami semua bingung, tak tahu harus berbuat apa, kecuali berharap semoga laporan Herman itu ngaco. #SoeHokGie
  34. Kami berharap semoga Soe dan Idhan cuma pingsan, besok pagi siuman lagi untuk berkumpul dan tertawa-tawa lagi. #SoeHokGie
  35. Tides sebagai anggota tertua, segera mengatur rencana penyelamatan. #SoeHokGie
  36. Menjelang maghrib, Tides bersama Wiwiek segera turun gunung, menuju perkemahan pusat di tepian (danau) Ranu Pane,. #SoeHokGie
  37. Mereka membekali diri dengan dua bungkus mi kering, dua kerat coklat, sepotong kue kacang hijau, dan satu wadah air minum. #SoeHokGie
  38. Tides meminta kami menjaga kesehatan Maman yang masih shock, karena tergelincir dan jatuh berguling ke jurang kecil. #SoeHokGie
  39. “Cek lagi keadaan Soe dan Idhan yang sebenarnya,” begitu ucap Tides sambil pamit di sore hari yang mulai gelap. #SoeHokGie
  40. Selanjutnya kami ber-4 tidur sekenanya, menahan rembesan udara berhawa dingin & tamparan angin yg nyaris membekukan sendi tulang. #SoeHokGie
  41. Baru keesokan paginya, 17 Desember 1969, kami yakin kalau Soe dan Idhan sungguh sudah tiada, di tanah tertinggi di Pulau Jawa. #SoeHokGie
  42. Kami jumpai jasad kedua kawan kami sudah kaku. Semalam suntuk mereka lelap berkasur pasir dan batu kecil Gunung Semeru. #SoeHokGie
  43. Badannya yang dingin, sudah semalaman rebah berselimut kabut malam dan halimun pagi. #SoeHokGie
  44. Mata Soe dan Idhan terkatup kencang serapat katupan bibir birunya. Kami semua diam dan sedih. #SoeHokGie
  45. Puncak Mahameru || Tanah tertinggi Pulau Jawa || Jejakan kaki para dewa || Tempat bercengkrama manusia dgn alamnya . #SoeHokGie
  46. Menggelegar hebat || Mendentangkan lonceng kematian || Untuk seorang Laki-laki || yang bersahabatkan alam. #SoeHokGie
  47. Kawan… || Kita beda generasi.. || Waktu kita takkan pernah serupa. #SoeHokGie
  48. Tapi tahukah wahai engkau…. || sosok yang jiwanya bersemayam abadi di puncak Mahameru.. #SoeHokGie
  49. Kita sama-sama seorang lelaki.. || Satu sama lain saling mengerti… #SoeHokGie
  50. Tentang Prinsip dan keyakinan diri..|| Tentang Puncak tertinggi kehidupan..|| Tentang segala Pencapaian.. #SoeHokGie
  51. Wahai kawan yang tengah tersenyum di dinginnya Semeru || Waktu bagi orang-orang seperti kita memang tak pernah banyak. #SoeHokGie
  52. Raga kita melebur di liang pengistirahatan kelak || Tapi tidak dengan jiwa kita || Semangat kita || dan Buah dari pemikiran kita. #SoeHokGie
  53. Kuyakinkan dirimu kawan…|| Tak ada Gie lain setelah ini.. #SoeHokGie
  54. Hanya ada satu Gie di Dunia ini.. || yakni Gie yang selalu bertopang dagu di puncak Mahameru. #SoeHokGie

=-=-=-=-=
Powered by Blogilo

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 88 other followers